, , , ,

Dwijendra University Adakan Temu Wicara Bersama HKTI Gianyar dan Petani di Desa Kemenuh, Gianyar

oleh -399 views

Rektor Dwijendra University Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc. M.M.A. bersama dengan HKTI Gianyar melaksanakan Temu Wicara bersama para perwakilan petani di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar pada hari Jumat 11 Maret 2022. Temu wicara yang diselenggarakan di Bale Pertemuan Pura Dalem Banjar Tengkulak Tengah dikoordinasikan oleh Pekaseh/Kelihan Subak Enggong, I Gusti Ketut Ngurah. Dalam penyelenggaraan pertemuan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

 

Gede Sedana menyampaikan bahwa ada pernyataan di dalam sloka yang menyebutkan agar lahan dan air harus dijaga kesuciannya, harus dimuliakan guna dapat memberikan kehidupan yang sejahtera bagi manusia dan harmonis bersama alamnya. Ketentraman dalam kehidupan akan terancam jika keberadaan air dan tanah dinodai atau dirusak apalagi melupakan budaya pertanian yang selama ini dilakoni oleh para petani khususnya di lahan sawah yang tergabung dalam organisasi subak. Sumber kehidupan terutama pangan sangat ditentukan oleh keberadaan petani yang telah berjuang dengan tinggi, dan tetap meiliki hati yang tulus, ikhlas dan sabar di dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan di dalam berusahatani. Petani memiliki jasa yang besar terhadap kehidupan manusia di dunia ini.

 

Gede Sedana yang didampingi oleh Kepala UPT Puskeswan Kecamatan Sukawati, drh. Nyoman Arya Dharma mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi yang terjadi pada para petani anggota subak khususnya berkenaan dengan kesejahteraannya. Termasuk juga insentif kepada subak dan pekaseh yang masih dirasakan belum optimal seperti yang disampaikan secara langsung oleh Pekaseh Subak Enggong dan mantan pekaseh sebelumnya yang juga hadir dalam pertemuan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan adanya terobosan dari pemerintah dalam jangka pendek untuk meningkatkan pendapatan petani. Misalnya, pemerintah melalui unit-unit yang dimilikinya agar memberikan subsidi di hilir, yaitu membeli gabah petani dengan tingkat harga yang layak, yaitu sebesar Rp 8.000/kg, imbuh Gede Sedana.

 

Gagasan agar pemerintah membeli gabah petani dengan harga tinggi sangat diharapkan oleh para petani dan jika memungkinkan dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat. I Gusti Ketut Ngurah selaku pekaseh juga memiliki pemikiran yang senada, karena daya beli para petani akan semakin meningkat dengan adanya peningkatan pendapatannya. Dr. I Nengah Surata Adnyana, S.P. M.Agb. sebagai pendamping petani juga menginginkan adanya peningkatan kesejahteraan petani melalui usahatani padinya. Pendapatan yang semakin tinggi tersebut akan memiliki korelasi dengan semakin intensifnya para petani untuk melakukan pengelolaan usahatani yang sesuai dengan rekomendasi pemerintah, ungkap Nengah Surata.

 

Sementara itu, Arya Dharma banyak menggali permasalahan yang dialami oleh petani peternak, khususnya sapi, seperti Kesehatan dan inseminasi buatan. Selain itu, para petani juga secara langsung memperoleh solusi alternatif yang dapat dilakukan guna mengatasi masalahnya dari Arya Dharma yang sekaligus sebagai Ketua HKTI Gianyar. Bahkan para petani peternak  diminta untuk menghubungi langsung via telepon jika memiliki masalah terkait dengan ternaknya agar segera dapat diatasi. Pelayanan yang baik kepada para petani adalah kewajiban yang perlu dilakukan, tambah Arya Dharma.

 

Pada akhir diskusi, Gede Sedana yang juga didampingi tim dari Fakultas Pertanian, Dwijendra University mengajak seluruh petani untuk mengikuti rekomendasi dari pemerintah, khususnya petugas penyuluhan pertanian dalam penerapan teknologi budidaya. Di samping itu, kami juga akan senantiasa mendampingi para petani, subak-subak untuk semakin meningkatkan kapasitasnya di dalam pengelolaan usahatani di lahan sawah dan juga para peternak, ungkap Gede Sedana yang juga Ketua DPD HKTI Bali.

 

(Dirga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.