PKM FKIP Dwijendra University, Tingkatkan Pememasarkan Produk Dan Layanan BUMDes Padangsambian Kaja Melalui Implementasi Strategi 4P

oleh -194 views

Dwijendranews.com| Denpasar| BUMDes merupakan Badan Usaha Milik Desa. Badan ini yang mana sebagaian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan modal langsung yang berasal dari kekayaan desa.  Dasar hukum pendirian BUMDesa adalah Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.

Dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa memberikan kekuatan hukum bagi BUMDesa untuk dapat menjalin kemiteraan dengan pihak manapun. Sehingga harapannya dapat meningkatkan jejaring bisnis dan going concern usaha yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian desa dalam jangka Panjang.

Merespon fenomena tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)  Dwijendra University melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan  bertema “Strategi Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal” pada hari ini (Selasa, 30/11/2021).

Kegiatan pelatihan  dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP, Dr.Drs. I Made Kartika, M.Si dan diikuti oleh sekitar 56 peserta yang terdiri dari pemerintah desa, pengurus BUMDes, dosen, dan mahasiswa. Dr Made Kartika mengatakan bahwa yang perlu dilakukan desa adalah mengidentifikasi potensi desa, bekerja sama dengan perguruan tinggi, dan menumbuhkan BUMDes dalam pengelolaan potensi desa.

Hal ini direspon dengan sangat baik oleh Kepala Desa Padangsambian Kaja, I Gede Made Wijaya, S.Pt., M.Si, karena sejalan dengan tujuan pemerintah desa Padangsambian Kaja untuk menghidupkan Bumdes sebagai ujung tombak perekonomian masyarakat di desa.

Pelatihan kewirausahaan ini menghadirkan Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.,M.MA yang merupakan pakar di bidang agribisnis dan sekaligus Rektor Dwijendra University. Gede Sedana Mengungkapkan pelatihan tentang kewirausahaan kepada para pengelola BUMDes Padangsambian Kaja diharapkan dapat menambah wawasan di dalam mengembangkan bisnisnya dan memperluas jangkauan pasar serta memberikan tambahan profit bagi BUMDes yang sekaligus juga bagi Pemerintah Desa Padangsambian Kaja.

Sedana memberikan implementasi konsep empat Guna (guna bentuk, guna tempat, guna waktu dan guna milik) di dalam mengatasi persaingan bisnis yang semakin ketat. Selain itu, Sedana juga menyampaikan penerapan praktis empat P (Product, Price, Place dan Promotion) sebagai strategi alternatif dalam memasarkan produk-produk dan layanan yang ada pada BUMDes.

Antusias dari peserta pelatihan sangatlah tinggi, hal ini banyaknya peserta pelatihan yang mengajukan pertanyaan terkait pengelolaan potensi desa kepada narasumber. selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta pelatihan telah menerapkan protokol kesehatan  secara ketat. (Astra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.