Pemanfaatan Limbah Buah Buahan Hari Raya Untuk Membuat Mol (Mikro Organisme Lokal) Sebagai Pupuk Organik Dan Decomposer

oleh -80 views
Ni Made Suciantari

Dwijendranews.com| Opini| Indonesia kaya akan tanaman buah-buahan, bahkan hampir setiap daerah memiliki potensi tersendiri tanaman buah. Buah-buahan menjadi primadona untuk konsumsi karena  kaya akan serat, vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Sering kita lihat keberadaan buah-buahan ini akan melimpah apabila pada saat panen raya tiba, serta pada saat hari raya keagamaan umat Hindu seperti hari raya Galungan dan Kuningan. Kita jumpai pada hari raya banyak buah-buahan yang sampai busuk karena buah yang melimpah dan terkadang harus dibuang begitu saja. Untuk itu perlu pemikiran kreatif dan inovatif dalam mengatasi permasalah buah-buahan yang berserakan tersebut yang dianggap sebagai limbah, supaya bermanfaat untuk lingkungan dan menjaga kesuburan tanah.

Salah satunya yaitu dengan cara membuat MOL (Mikro Organisme Lokal). MOL merupakan cairan hasil fermentasi dari substrat atau media tertentu yang berada disekitar (misalnya : nasi, buah-buahan, telur, susu, dll) dan diperbanyak  dengan bahan alami yang mengandung karbohidrat (gula), protein, mineral dan vitamin. Manfaat MOL ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman (pupuk organik cair) serta dikenal sebagai agen perombak bahan organik (Decomposer). Cara membuatnya sangat sederhana dan bahannya sangat mudah didapatkan. Dengan ini buah yang sudah tidak layak konsumsi bisa dimanfaatkan kembali untuk membantu meningkatkan kesuburan tanaman.

Untuk itu perlu dukungan mahasiswa, akademisi, praktisi serta stakeholder untuk mensosialisasikan serta mempraktekan langsung di lapangan dalam pembuatan MOL ini. Apabila cara ini banyak diterapkan oleh petani niscaya tidak ada lagi buah-buahan yang berserakan serta bermanfaat untuk mendukung pertanian organik yang berkelanjutan. Dengan dikembangkannya MOL juga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat berakibat buruk jika digunakan secara terus menerus. *)

*) Penulis

Ni Made Suciantari

Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Dan Bisnis, Dwijendra University

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.