Selenggarakan Seminar Dan Praktek Peradilan Semu, FH Dwijendra University Asah Kemampuan Praktek Beracara Mahasiswa Pada Proses Peradilan

oleh -502 views

Dwijendranews.com| Denpasar| Dalam upaya untuk mengimplementasikan kebijakan dan program Merdeka Belajar kampus Merdeka, lulusan perguruan tinggi sangat diharapkan memiliki kemampuan, kecakapan, kapasitas dan keterampilan yang tinggi terhadap disiplin ilmu yang dipelajarinya. Selain itu, kebijakan ini dilakukan guna mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka ambil secara bebas.

Di Fakultas Hukum, salah satu kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecakapan dan keterampilan Ilmu Hukumnya adalah melalui praktek peradilan semu yang merupakan simulasi dari proses peradilan yang sebenarnya. Dekan Fakultas Hukum (FH) Dwijendra University, Dr. A. A Sagung N. Indradewi, S.H.,M.H  mengungkapkan “Dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa yang akan mengikuti praktek Peradilan Semu pada Tanggal 27-28 November 2021 ini, maka diadakan seminar dengan tema “Karakteristik Persidangan Kasus Pidana dan Perdata” pada hari Ini, (Kamis, 25/11/2021)”.

Acara Seminar yang berlangsung di aula Udayana Santhi Yayasan Dwijendra ini dibuka oleh Wakil Rektor I Dwijendra University, Bapak Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum yang mewakili Rektor Dwijendra university. Dalam pembacaan sambutan oleh WR I, Rektor Dwijendra University  mengharapkan Fakultas Hukum Dwijendra University dapat menyelenggarakan kompetisi Peradilan Semu atau Moot Court Competition (MCC) antara Perguruan Tinggi di Indonesia karena peradilan semu memiliki fungsi sebagai unsur penunjang pendidikan hukum yang melaksanakan pendidikan keterampilan hukum dan pengembangan ilmu hukum. Harapan dari kompetisi tersebut adalah untuk kompetisi peradilan semu untuk meningkatkan kemahiran mahasiswa dalam mengasah kemampuan praktek beracara pada proses peradilan, atau penguasaan hukum acara.

Pada Seminar yang di moderatori oleh A.A Istri Eka Krisna Yanti, S.H.,M.H ini menghadirkan dua narasumber yaitu Bapak  Dr. I Ketut Wirawan, S.H.,M.Hum yang membawakan materi tentang karakteristik dalam peradilan pidana dan peradilan perdata. Sedangkan narasumber kedua Bapak Gede Erlangga Gautama,SH.,MH membawakan materi tentang perbedaan karakteristik hukum acara pidana dan perdata. Gede Erlangga menjelaskan “Dalam proses menegakan kedua hukum tersebut, tata cara penegakannya disebut dengan Hukum Acara atau Hukum Tata Cara, Hukum acara pidana dan Hukum Acara perdata memiliki karakteristik yang berbeda dari aspek pihak-pihak yang berperkara, tujuan, alat-alat bukti dan tata urutan pelaksanaan”.

Adapun jumlah mahasiswa Prodi Ilmu Hukum yang menjadi peserta Praktek Peradilan Semu sebanyak 76 orang yang terbagi menjadi  6 kelompok, masing masing kelompok beranggotakan 12 orang dan  ada satu kelompok yang beranggotakan 11 orang. masing-masing kelompok didampingi oleh  2  orang dosen pembimbing.  [Astra]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.