Berani Bersaing Di Dunia Pariwisata, FKIP Dwijendra University Berikan Pembinaan Bahasa Jepang Bagi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Kenderan, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar

oleh -30 views

Dwijendranews.com| Gianyar| Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dwijendra University mengadakan Studi/Proyek Independen Pembinaan Bahasa Jepang bagi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di Desa Kenderan, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar.

Pembinaan yang didampingi oleh Drs. I Made Sutika, M.Si selaku dosen Bahasa Jepang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dwijendra University ini dilaksanakan secara berkalan mulai daari tanggal 2 September sampai dengan 27 Desember 2021 dengan sasaran para pemuda dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Kenderan, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar.

Desa Kenderan merupakan salah satu desa di Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar Bali yang memiliki potensi wisata berupa desa wisata yang memiliki kebudayaan Bali yang kental. Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal dasar keterlibatan masyarakat lokal dalam berbagai aktifitas pariwisata.

Berdasarkan karakteristik wisatawan, wisatawan yang datang berkunjung ke Kabupaten Gianyar didominasi oleh Wisatawan Jepang. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pelatihan kepariwisataan melalui pembinaan Bahasa Jepang bagi pemuda,  Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), dan pemandu wisata (guide) lokal di Desa Kenderan sebagai antisipasi menghadapi perkembangan pariwisata daerah tersebut.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan di salah satu Sekolah Dasar Desa Kenderan, Kabupaten Gianyar Bali. Kegiatan Studi/Proyek Independen ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan kepariwisataan berupa pembinaan yang meliputi: ceramah pariwisata untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, praktek langsung Bahasa Jepang yang sangat berguna dan tepat guna kepada pemuda,  Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), dan pemandu wisata (guide) lokal yang ada di Desa Kenderan, Kabupaten Gianyar Bali.

Setelah kegiatan ceramah pembinaan dilaksanakan, kemudian dilakukan diskusi dan tanya jawab terkait topik yang dibahas. Pada akhir kegiatan ini diharapkan masyarakat paham dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang cukup dalam hal pariwisata dan Bahasa Jepang yang berguna untuk profesi yang digelutinya. *diw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.