Kepsta TVRI Bali Beri Kuliah Umum Di Fakultas Ilmu Komunikasi Dan Bisnis Dwijendra University

oleh -131 views

Dwijendranews.com| Denpasar| Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Dwijendra University menggelar Kuliah Umum, dengan menghadirkan Kepala Stasiun LPP TVRI Bali  I Ketut Leneng, A.Md., S.H., selasa tanggal 16 Nopember 2021, bertempat di Aula Udyana Shanti  Yayasan Dwijendra. Kuliah umum  diikuti oleh Mahasiswa semester 1 dan 3 sejumlah 65 orang,  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kuliah umum yang mengusung tema “Aso membawa Asa Baru, pada Digitalisasi  Penyiaran”, mengupas  isu pentingnya migrasi TV analog ke digital di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah melakukan perubahan penjadwalan migrasi siaran televise analog ke digital yang sedianya tahap pertama akan rampung pada 17 agustus 2021, digeser ke tahun 2022 sebagai akibat pandemi  covid-19.  ASO (Analog Switch Of ) sebagai proses teknologi penyiaran TV analog diganti ke TV digital, yang penjadwalannya di Indonesia akan melalui tiga tahap, yakni tahap I: dimulai   30 April  2022, tahap II : 25 Agustus 2022 dan tahap III : 2 Nopember 2022.

Kepala stasiun TVRI Bali menjelaskan bahwa “pelaksanaan ASO ini akan dilaksanakan secara bertahap mengikuti kesiapan daerahnya masing-masing. Ada sejumlah faktor yang mendasari kebijakan tersebut seperti pertimbangan kesiapan industri, keterbatasan spektrum frekuensi radio, hingga masukan dari Lembaga Penyiaran. Meski dilakukan secara bertahap, nantinya penghentian siaran analog di daerah yang sudah ditentukan harus dilaksanakan secara serentak  oleh semua stasiun televisi di daerah tersebut. Siaran TV digital memberi manfaat penting seperti efisiensi frekuensi dan biaya produksi, kualitas siaran TV yang lebih  bagus, masyarakat mendapat banyak pilihan siaran, terdapat peluang-peluang baru bagi pelaku penyiaran, dan mendorong ekonomi kreatif”, tandasnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis I Wayan Kotaniartha mengungkapkan bahwa “selama ini masih banyak masyarakat yang berpikir bahwa siaran TV digital itu berbayar, banyak biaya internet, berlangganan kabel  atau satelit, pakai smart TV dan sebagainya. Persepsi seperti itu adalah salah. Siaran TV digital itu gratis kok, tidak berbayar. Apabila masyarakat  masih menggunakan TV analog, itu masih bisa menerima siaran TV digital. Hanya saja untuk mendapatkan siaran harus menggunakan alat tambahan  berupa set top box, ungkapnya.

Ketut Leneng juga memotivasi  mahasiswa,  agar memetik peluang dari era siaran digital ini. Jadilah kreator-kreator muda dan buatlah konten-konten yang nanti dapat disiarkan. Jika telah memenuhi standar siaran, maka karya-karya anak muda dan mahasiswa pasti akan disiarkan, harapnya (Laksmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.