Pelepasanan Sarjana FKIP Universitas Dwijendra:”Lulusan Harus Mampu Menunjukkan Daya Saing, Tidak Boleh Minder”

oleh -63 views
Dekan FKIP dan Lulusan Berprestasi FKIP 2021

 

Dwijendranews.com – Denpasar. Pelepasan sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra periode ke-33 telah diselenggarakan pada Selasa, 12 oktober 2021. Pada acara tersebut tersebut, Dekan FKIP Dr. Drs. I Made Kartika, M.Si. melepas 83 orang yudisiawan yang telah menyelesaikan masa studinya dalam meraih gelar sarjana pendidikan.

Saat momen sambutan Dekan, ada hal penting yang mengemuka. Dalam sambutannya, Dekan FKIP menyatakan bahwa, “Lulusan FKIP harus mampu menunjukkan diri bahwa kita memiliki daya saing, tidak boleh minder”. Kalimat tersebut sontak menyulut semangat para yudisiawan yang hadir di ruang Aula Sadhu Gocara, Yayasan Dwijendra Denpasar. Dekan FKIP menyadari betul bahwa, untuk mampu bertahan dan sukses di masa-masa sulit seperti sekarang ini, lulusan FKIP harus mampu menunjukkan daya saingnya.

Tidak ada tolok ukur baik dan kurang baik yang absolut. Maka dari itu, hal yang penting untuk ditunjukkan oleh para lulusan adalah daya saing. Daya saing menghimpun modal kemampuan, keuletan, kematangan mental, dan keyakinan diri. Pada zaman seperti sekarang ini, dunia kerja dan industri membutuhkan orang-orang yang aktif, inovatif, dan kreatif. Tidak semata-mata pintar secara akademis saja. Terlebih bagi mereka para freshgraduate yang memiliki leadership tinggi, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penyedia lapangan kerja. Mengutip kalimat dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang pernah menyatakan bahwa, “IPK tinggi akan menghantarmu pada panggilan wawancara. Tetapi Leadership, akan menghantarmu kepada masa depan yang gemilang”.

Dalam rangka menyambut bonus demografi, para lulusan perlu menyadari pentingnya untuk senantiasa mengembangkan diri. Sebab, dunia terus berputar dan dinamika masyarakat terus bergulir. Akan selalu ada tantangan dan permasalahan baru pada tiap era. Untuk mampu memenangkan persaingan, para lulusan tidak boleh minder maupun terjebak zona nyaman. Memiliki gelar pendidikan tinggi bukanlah privilege untuk bisa bersantai-santai menjalani rutinitas pekerjaan lalu menghimpun penghasilan. Ingat pesan pengamat politik Rocky Gerung “gelar menandakan seseorang pernah sekolah, bukan pernah berpikir”. Lulusan yang sedang berusaha mendapat pekerjaan maupun yang sudah mendapat pekerjaan, harus terus “berpikir”. Dalam artian, harus terus peka terhadap kondisi sekitar, serta aktif berinovasi untuk kemaslahatan masyarakat luas. (Dwicky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.