Pandemi Covid 19 Dorong Reorientasi Kebijakan Pertanian

oleh -140 views
Susanti Kall

Dwijendranews.com| Opini| Setelah lebih dari satu setengah tahun Pandemi Covid 19, ternyata menunjukkan adanya perubahan aktivtas masyarakat, dimana mereka yang sebelumnya bekerja di sektor pariwisata dan penunjangnya (transportasi, restaurant/rumah makan, jasa/layanan lainnya) beralih ke sektor pertanian. Kondisi ini menunjukkan bahwa sector pertanian masih tetap memiliki peranan yang sangat signifikan terhadap perekonomian di Indonesia termasuk di Bali. Pemutusan hubungan kerja akibat melemahnya dan bahkan matinya sektor pariwisata menjadikan sektor pertanian menjadi pilihan selain beberapa kegiatan non-pertanian, seperti usaha dagang dan industri kecil dan kerajinan rumah tangga.
Melihat besarnya peran sector pertanian, maka sangat dibutuhkan adanya reorientasi kebijakan pemerintah untuk memberikan dukungan yang semakin kuat terhadap sektor pertanian. Memperkuat sektor pertanian oleh pemerintah menyangkut anggaran biaya untuk berbagai program pertanian dalam arti luas yang digunakan untuk penyediaan sumber daya manusia yang berkompeten, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian, pengembangan teknologi pertanian seperti industrialisasi pertanian, digitalisasi pemasaran, dan teknologi informasi dan komunikasi, dan berbagai program lainnya.
Politik pertanian pemerintah perlu didorong untuk memperkuat dan menjadikan sektor pertanian semakin Tangguh dan berdaya saing guna meningkatkan kesejahteraan para petani. Pemerintah dan legislator baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat perlu menelorkan kebijakan pertanian yang aplikatif/implementif sehingga dapat segera dilaksanakan di berbagai tingkat mulai dari level petani/kelompok petani sampai pada level yang lebih tinggi. Kebijakan pertanian tersebut agar disertai dengan pengawasan sehingga tujuan yang telag ditetapkan dapat terwujud sesuai dengan perencanaannya dan indicator-indikator yang telah ditetapkan. Pengawasan terhadap kebijakan pertanian merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan semakin tinggi kontribusinya terhadap perekonomian daerah dan bahkan di tingkat nasional.
Dengan demikian, sektor pertanian dapat semakin memiliki peran dalam menyediakan pangan, menyediakan kesempatan kerja, mendukung industrialisasi baik di hulu maupun di hilir, menjaga lingkungan hidrologis, ekologis, dan memiliki kontribusi terhadap devisa negara.

*) Penulis
Susanti Kalli
Mahasiswa Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Bisnis Dwijendra University

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *