Penerapan Literasi Digital bagi Siswa SD pada Masa Pandemi Covid-19

oleh -389 views
Putu Diyah Utami mahasiswa PGSD, FKIP, Dwijendra University

DwijendraNews.Opini.Penerapan Literasi digital bagi siswa SD pada masa pandemi Covid-19. Pada era globalisasi ini, seorang guru harus mampu menjadi teladan bagi siswa dalam hal gemar membaca. Karena dengan keteladanan guru seperti banyak membaca di perpustakaan sekolah atau banyak membaca di ruang guru dapat menimbulkan minat baca peserta didik. Peserta didik biasanya cenderung melihat, mengamati dan meniru setiap perilaku yang dilakukan oleh seorang guru. Budaya literasi ini sangat erat kaitannya dengan dunia pendidikan, bahkan ada yang mengatakan budaya literasi tidak dapat dipisahkan dari dunia pendidikan. Penguasaan literasi merupakan indikator penting untuk meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan.

Tetapi saat ini kita sedang dihadapi dengan pandemi global yaitu pandemi COVID- 19 yang mengubah proses pembelajaran. Dimana proses pembelajaran dilaksanakan jarak jauh (daring). Proses pembelajaran berubah drastis yang biasanya siswa SD datang ke sekolah belajar tatap muka, dan saat ini belajar via daring di rumah masing – masing. Tentu saja ini menghambat proses pembelajaran dan menghambat program – program sekolah yang harus dijalankan seperti kegiatan literasi sekolah. Bagaimana solusinya agar kegiatan ini dapat berjalan? Kita dapat menggunakan program literasi digital.

Literasi digital merupakan satu dari enam literasi dasar yang harus dikuasai siswa pada zaman sekarang apalagi di masa pandemi seperti ini. Literasi digital yang diterapkan di Sekolah Dasar (SD) berhubungan erat dengan pengimplementasian dari pencanangan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang sudah dijalankan pemerintah karena terhambat covid 19. Jadi banyak yang berprasangka buruk bahwa Literasi digital di Sekolah dasar (SD) hanya menggunakan internet untuk mencari informasi atau hiburan. Tetapi Literasi digital menjadi sarana untuk membentuk kemampuan peserta didik dalam berpikir secara analitis, sintesis, analisis, kritis, imajinatif, dan kreatif. Oleh karena itu, implementasi literasi digital di Sekolah Dasar menjadi penting untuk mencapai kesadaran semua pemangku kepentingan dalam memandang kemampuan literasi sebagai ukuran kemajuan sebuah bangsa. Implementasi literasi digital dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang menarik dengan menggunakan sumber digital. Literasi digital dapat dijadikan rujukan sosial untuk menunjang pembelajaran.

Dengan menggunakan sumber-sumber digital, peserta didik tidak hanya fokus pada pemahaman materi, tetapi juga proses kreatif dalam memanfaatkan teknologi informasi. Adapun literasi digital dengan penggunaan, etika, penyadaran kolektif bermedsos bagi peserta didik di sekolah dasar perlu diedukasi sesuai dengan penggunaan yang diperlukan dan terhindar dari perundungan, permainan (game) yang menjadi candu, korban medsos, dan korban dari kelalaian dalam pengelolaan waktu. Fungsi kontrol yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah, berkoordinasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat sekitar dapat menjadi bagian kolaborasi penting dalam berinternet yang sehat untuk peserta didik di jenjang Sekolah Dasar. Mari sama – sama mematuhi prokes dan menjaga kesehatan agar pandemi ini segera berakhir dan kerinduan siswa pada sekolah cepat terobati.

Opini Putu Diyah Utami mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dwijendra University

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *