Keterbatasan dan Tantangan Pembelajaran Secara Daring di Masa Pandemi

oleh -277 views
Putu Wulandari mahasiswa PGSD, FKIP, Dwijendra University

DwijendraNews.Keterbatasan dan Tantangan Pembelajaran Secara Daring di Masa Pandemi.Diawal Tahun 2020 dunia dikejutkan dengan munculnya wabah yang sangat menular dan mematikan virus corona. Tidak terkecuali dunia pendidikan juga terdampak. Hampir sama dengan situasi di negara lain, semua sekolah di Indonesia ditutup untuk jangka waktu yang belum dapat ditentukan. Proses pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh. Pembelajaran berubah drastis, dari semula langsung tatap muka guru-siswa di kelas, menjadi secara jarak jauh via daring dari rumah masing – masing. Sudah pasti hal ini menghambat proses pembelajaran yang sudah direncanakan sebelumnya.

Pada masa pandemi ini, orang tua atau keluarga justru menjadi guru sekolah di rumah. Orang tua mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran dan memotivasi anak saat mendampingi belajar di rumah.

Begitu juga dengan pencapaian kurikulum, guru mengalami kesulitan mengelola pembelajaran daring dan cenderung fokus pada penuntasan kurikulum, waktu pembelajaran berkurang sehingga guru tidak mungkin memenuhi beban jam mengajar.

Apa aja sih keterbatasan pembelajaran saat daring? Keterbatasan ini ada di beberapa daerah, proses belajar dari rumah masih terganggu karena berbagai alasan, termasuk soal keterbatasan internet, ponsel yang kurang mumpuni, dan faktor ekonomi lainnya. Permasalahan saat orang tua siswa tidak mengerti pelajaran anaknya, hal yang biasanya dilakukan adalah “buka google”. Yang pasti dengan pembelajaran secara daring sudah cukup melelahkan bagi orang tua siswa. Satu lagi kuota yang harus selalu cukup, semoga wabah ini cepat berlalu. Sebagian orang tua merasa tidak resah akan pembelajaran daring ini, tetepi sebagian lainnya justru kebingungan dan banyak opini tentang “daring terus, bukan malah pintar, malah jadi bodoh” ada pula yang beranggapan “daring ngehabisin kuota, duit terus yang keluar”. Opini tersebut sering kali saya dengar di sekitar lingkungan saya, entah dari keluarga, tetangga, atau yang lain.

Minat siswa untuk belajar sangat menurun, apalagi para pelajar SD yang tentunya masih mengandalkan bantuan orang tua. Para pendamping anak-anaknya juga harus dipaksa agar paham dengan teknologi pembelajaran sekarang, seperti menggunakan zoom, google meet, google classroom, dan aplikasi yang lain. Ditambah lagi opini disekitar yang beranggapan bahwa daring ini menambah biaya yang dikeluarkan. Para orang tua tidak hanya membayar biaya sekolah, tetapi juga biaya kuota internet untuk mendukung fasilitas belajar daring ini. Semoga masa pandemi ini segera berakhiri dan aktivitas berjalan seperti biasanya.

 

Opini Putu Wulandari mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dwijendra University

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *