Kupas Tuntas Trik Lolos Hibah Pengabdian kepada Masyarakat, Dwijendra University Gelar Webinar Nasional

oleh -90 views

Dwijendranews.com. Pada Hari Kamis, 15 Juli 2021 Fakultas Pertanian dan Bisnis, Dwijendra University Kembali gelar Webinar Nasional dengan tema “ Peningkatan Kapasitas Dosen dalam Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dengan Hibah dari Dalam dan Luar Negeri”. Sebagai salah satu acara yang dilaksanakan dalam rangkaian Dies Natalis, penyelenggaraan webinar ini juga bekerjasama dengan Denpasar Institute, Forum Publikasi Ilmiah Indonesia (FUBLIN), dan DIS (Dosen Indonesia Semesta) DPD Bali.


Sebagai narasumber, hadir Prof. Dr. Ir. I Ketut Widnyana, M.Si dari Universitas Mahasaraswati, Denpasar yang merupakan salah satu reviewer nasional program pengabdian masyarakat Dikbud-Ristek, yang membahas bagaimana meningkatkan kapasitas dosen dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, khususnya dengan hibah dari dalam negeri (Dikbud-Ristek). Narasumber kedua yaitu Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.,MMA yang juga adalah Rektor Dwijendra University, dengan pengalamannya bertahun-tahun sebagai konsultan ahli di beberapa proyek asing, secara khusus membahas bagaimana untuk memperoleh pendanaan dari pihak asing dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.


Acara dibuka oleh Rektor Dwijendra University dan berlangsung secara daring melalui zoom selama kurang lebih dua jam, dimoderatori oleh Ni Made Intan Maulina, S.P., M.P. (Ketua LPPM Dwijendra University) dengan jumlah peserta hingga 240 orang. Dalam pemaparannya, Prof Widnyana menekankan bahwa terdapat 7 prinsip dasar dalam pengabdian kepada masyarakat, yaitu (1) berbasis kewilayahan, (2) penerapan hasil riset, (3) berdasarkan permasalahan, kebutuhan atau tantangan di masyarakat/mitra, (4) sinergi, multi disiplin, dan bermitra, (5) kegiatan terstruktur, target luaran jelas, dan dapat diukur, (6) adanya unsur pemberdayaan dan bantuan/investasi, (7) berkelanjutan, tuntas dan bermakna.
Sedangkan Dr. Gede Sedana, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa untuk mendapatkan pendanaan dari pihak asing, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita memperoleh informasi yang tepat, memperluas koneksi/jaringan, selalu memperbarui curriculum vitae, dan organisasi. Beliau juga memaparkan pengalamannya dalam pemberdayaan masyarakat baik pada proyek nasional maupun internasional, termasuk NGO internasional. (Maulin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *