Membangun Sumber Daya Manusia Pertanian yang Tangguh

oleh -630 views
Yohanes Bulu Mesang

Jika memaknai pertanian sebagai suatu proses produksi yang dilakukan oleh petani di atas lahan dengan mempertimbangkan biaya dan penerimaannya, maka terlihat secara ekplisit bahwa keberadaan petani baik secara individual maupun kolektif sangat menentukan keberhasilan pertanian itu sendiri. Para petani di Indonesia yang memiliki Pendidikan relatif rendah dan penguasaan keterampilan dalam berteknologi yang masih terbatas perlu ditangani secara baik oleh pemerintah dan institusi lainnya yang relevan.
Penguatan kapasitas para petani agar dilakukan secara berkelompok dan didasarkan pada ketersediaan sumber daya alam serta kebutuhan pasar produk-produk pertanian. Secara sederhana, para petani memerlukan teknologi yang mudah diaplikasikan dan memberikan manfaat ekonomis yang menguntungkan bagi mereka. Pilihan-pilihan komoditas menjadi penting untuk membangun pertanian di dalam suatu wilayah sehingga produk yang dihasilkan dapat terserap di pasar dengan harga yang layak. Pilihan komoditas yang bernilai ekonomis tersebut juga harus dibarengi dengan introduksi teknologi budidaya. Salah satu upaya atau cara yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pelatihan atau sekolah lapang, dimana para petanis ecara berkelompok diberikan pengetahuan dan sekaligus dilatih keterampilannya. Pengetahuan dan keterampilan tersebut berkenaan dengan teknologi budidaya dan panen, serta pascapanen, seperti pengangkutan, penyimpanan, pengolahan, pengemasan dan pemasaran.
Sementara itu, petani milenial akan lebih mudah didorong untuk berkembang karena mereka memiliki kreativitas, inovasi dan daya adaptasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan petani konvensional. Peran pemerintah dan institusi lainnya adalah memberikan motivasi dan insentif agar mereka secara cepat dapat merespon pasar dan menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan bahkan secara kontinyu. Kondisi ini dapat mewujudkan pertanian yang tangguh dan berdaya saing yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat petani dan sekitarnya.

*Yohanes Bulu Mesang
Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Bisnis. Dwijendra University

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.