Fakultas Pertanian dan Bisnis, Dwijendra University Terjunkan Mahasiswa PKL di Dua Desa di Tabanan dan Gianyar

oleh -357 views
Pengarahan Ketua Kelompok Pembibitan Tanaman kepada mahasisawa PKL

Sebagai salah satu bentuk dari peningkatan kapasitas mahasiswa yakni dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan hingga dapat diterapkan di lapangan, Fakultas Pertanian dan Bisnis, Dwijendra University melepaskan mahasiswanya ke lapangan mulai hari ini (Rabu, 9 Juni 2021) dalam program PKL (Praktek Kerja Lapangan). Desa tujuan PKL dari mahasiswa pada tahun 2021 adalah di Desa Kerta, Kabupaten Gianyar dan Desa Selanbawak, Kabupaten Tabanan.

Pengarahan Penyuluh Pertanian Lapangan ke Mahasiswa PKL

Didampingi oleh para dosen pembimbing PKL, mahasiswa yang dibagi menjadi dua kelompok desa ini, diterima dengan terbuka oleh Aparat Desa setempat. Selanjutnya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, mahasiswa mengunjungi area-area yang ada di wilayah desa tersebut, seperti Koperasi Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) Subak Guama di Desa Selanbawak yang didirikan pada tanggal 1 April 2002. KUAT Subak Guama dijadikan salah satu sasaran lokasi karena Subak Guama ini patut menjadi contoh pengelolaan Koperasi Petani dalam kelompok besar, dengan pengelolaan yang disesuaikan dengan potensi pertanian setempat. Sehingga berbagai informasi yang mahasiswa dapatkan akan mampu menjadi bekal nyata saat sudah lulus kelak.

Selanjutnya daerah yang dipilih dan ditetapkan sebagai tempat PKL adalah Desa Kerta yang dipilih bukan tanpa alasan. Desa tersebut memiliki potensi yang sangat bagus yakni salah satunya adalah daya tarik wisata pertanian (agrowisata). Agrowisata di Desa Kerta dikemas dari pengenalan terkait hasil pertanian yang ada. Mulai dari proses penanaman, panen sampai pemasaran. Berbagai tanaman sudah banyak dikembangkan oleh kelompok-kelompok petani disana, seperti tanaman hortikultura yang dikombinasikan dengan komoditi unggulan yakni jeruk. Dalam pengembangan tanaman hortikultura dan juga saat ini mulai dikembangkan tanaman hias, ditunjang oleh kelompok petani yang mengembangkan bibit tanaman hortikultura dan tanaman hias.

Selama kurang lebih dua minggu ke depan, mahasiswa akan mengidentifikasi permasalahan yang ada di lokasi yang disasar dan menganalisis permasalahan tersebut, baik itu dari segi agribisnis yakni pemasaran maupun dari sisi budidaya yakni pembibitan sampai panen. Setelah masalah teridentifikasi, berbekal pengalaman dan ilmu yang dimiliki, mahasiswa diharapkan mampu berbagi dengan pelaku pertanian di desa, untuk memberikan solusi alternatif atas permasalahan yang ada. (Maulin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *