Mengukur Kesiapan Grand Opening Kebun Raya Gianyar

oleh -393 views

GIANYAR, Dwijendranews

Kebun Raya Gianyar (KRG) merupakan kebun raya baru yang terletak di Banjar Pilan, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Grand Opening Kebun Raya Gianyar direncanakan akan digelar pada tanggal 17 Juli 2021.  KRG merupakan jenis kebun raya tematik hasil kerjasama Dinas Lingkungan Hidup dengan Desa Adat Pilan, yang berkonsep pada kearifan dan budaya lokal khususnya di Desa Kerta. Pembangunan Kebun Raya Tematik bertemakan “Taru Pramana, Usada, dan Banten Bali Pulina” yang memiliki arti bahwa tanaman tersebut dipergunakan dalam upacara dan menjadi tanaman obat semenjak zaman dahulu. Taman tersebut mulai dibangun pada bulan Maret sampai Mei 2017, kemudian dilakukan penataan mulai pada akhir Mei disertai dengan penanaman koleksi hasil eksplorasi yang dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2017 dikutip dari Warta Kebun Raya 2020.

I Wayan Sudiksa, SP. selaku Pelaksana Tugas UPT KRG yang merupakan salah satu alumnus Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Dwijendra menuturkan bahwa kedepannya KRG memiliki tujuan untuk mengembangkan berbagai tanaman lainnya, terutama tanaman obat-obatan, tanaman upakara dan tanaman hias yang mampu tumbuh disana. “Lahan di KRG memang tidak cukup luas untuk pengembangan skala besar, tapi lahan akan cukup dengan mengadakan kerjasama dengan banjar-banjar yang ada di Desa Kerta dengan memanfaatkan lahan milik desa adat atau banjar tersebut”, imbuh Wayan Sudiksa.

Kebutuhan akan tanaman untuk sarana upakara kedepannya akan sangat tinggi mengingat banyaknya kegiatan upacara yang ada di Bali. Drs. I Made Darmaja, SH. yang juga merupakan salah satu alumnus Fakultas Hukum Universitas Dwijendra adalah yang membidangi konservasi tanaman upakara dalam hal pengelolaan hingga berbagai pemanfaatannya, terang Wayan Sudiksa. Tanaman banyak dibutuhkan sebagai sarana upakara dari belum lahir (dalam kandungan), kematian, hingga ngaben. Lebih lanjut oleh Wayan Sudiksa, selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Kerta, tanaman obat-obatan dan tanaman upakara juga disasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah lain yang membutuhkan tanaman tersebut namun tidak bisa mengembangkan di daerahnya.

Pepohonan besar juga sudah teridentifikasi dan dilabeli dengan identitas dari tanaman tersebut. Salah satu pohon yang menjadi maskot dari KRG adalah nyabah. Nyabah (Pinanga arinasae J.R. Witono) adalah satu-satunya jenis palem endemik Bali yang patut mendapat perhatian semua pihak tentang pelestariannya. Tumbuh di kawasan hutan lindung, penuh dengan berbagai tantangan yang mengakibatkan penurunan populasi dan terancam kepunahan. Selain di KRG, palem nyabah ini juga sudah dikonservasi di Kebun Raya Eka Karya, Bedugul.

Selain berbagai pepohonan, sebanyak ratusan jenis anggrek juga sudah diidentifikasi langsung oleh tenaga dari pusat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tanaman anggrek sudah dipeliharan dan dikembangkan di rumah anggrek yang dibangun di kawasan KRG. Pengembangan tanaman di KRG menggunakan sistem pengembangan koleksi tumbuhan, karena KRG merupakan jenis kebun raya konservasi. Seperti yang disampaikan dalam laman web LIPI tahun 2016, bahwa sebagai bagian dari kebun raya dunia, KRG yang masuk ke dalam bagian dari Kebun Raya. (Diksa).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *