AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DI MASA PANDEMI COVID-19

oleh -577 views
Adrianus Ahas Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dwijendra University

Belakangan ini menumpuk problematika yang dihadapi masyarakat internasional akibat dampak destruktif pandemi Covid-19. Karakteristik Covid-19 yang sangat mudah menginfeksi tubuh manusia tentunya menjadi kekhawatiran global. Sejak pertama kali kemunculannya di Kota Wuhan, Covid-19 dengan cepat menjalar dan menyebar ke berbagai negara. Hingga saat ini tercatat 215 negara berjuang melawan pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Tercatat sejak tanggal 1 Maret 2020 pandemi Covid-19 melanda, Indonesia benar-benar berada dititik nadir paling rendah. Keterpurukan Indonesia diberbagai bidang kehidupan melahirkan keputusasaan berbagai kalangan. Muncul pertanyaan, apakah Indonesia akan selamat dari krisis pandemi Covid-19? Apakah yang harus kita lakukan agar segera keluar dari kubangan pandemi Covid-19?

Sesungguhnya tidak perlu cemas menghadapi persoalan yang timbul karena pandemi Covid-19. Sebab sebagai warga negara yang baik (good citizen), kita harus ingat, bahwa Pancasila berulang kali menghindarkan dan menyelamatkan Indonesia dari jurang kehancuran. Pancasila yang secara historis sudah terbukti dan teruji sebagai pelindung Indonesia seharusnya diaktualisasikan di masa pandemi ini. Hanya saja timbul permasalahan, bagaimana mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila di masa pandemi Covid-19?

Aktualisasi sila pertama Pancasila ”Ketuhanan Yang Maha Esa”, dapat dilakukan dengan mematuhi dan mengikuti anjuran Pemerintah untuk tetap beribadah dari rumah. Mengingat bila ibadah tetap dipaksaan seperti sebelum Covid-19 melanda Indonesia, kemungkinan besar memunculkan klaster baru penyebaran Covid-19. Hal itu tentu saja bertolak belakang dengan harapan manusia berdoa kepada Tuhan untuk memohon kesehatan dan keselamatan di dunia.

Aktualisasi nilai kedua Pancasila ”Kemanusiaan yang adil dan beradab” di masa ini dapat direalisasikan dengan memperlakukan orang lain yang diduga terinfeksi Covid-19 secara manusiawi. Tidak boleh ada penolakan apalagi pengasingan terhadap orang-orang yang terjangkit atau mantan penderita Covid-19. Mereka adalah manusia yang sama seperti kita, sehingga harus diperlakukan secara adil dan manusiawi (beradab).

Aktualisasi nilai ketiga Pancasila yang berbunyi “Persatuan Indonesia” dimasa pandemi Covid-19 dapat ditunjukan dengan bahu-membahu dan menyatukan komitmen bersama Pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Mengingat tanpa adanya persatuan rakyat Indonesia dalam menghadapi Covid-19, Pemerintah tidak mungkin berdaya. Semangat persatuan itu bisa diwujudkan dengan membantu Pemerintah untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19 serta cara pencegahannya. Di samping itu, ikut menangkal berita-berita hoax tentang Covid-19 di medsos yang meresahkan masyarakat.

Aktualisasi nilai keempat Pancasila “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam/permusyawaratan/perwakilan” di masa ini dapat dilakukan dengan senantiasa meyakini dan mempercayai, bahwa semua keputusan atau kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 adalah demi kebaikan kita bersama. Mengingat keputusan atau kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah sudah barang tentu dengan pertimbangan mendalam yang didasarkan pada pemikiran hikmat dan bijaksana.

Aktualisasi nilai kelima Nilai Pancasila “Keadilan Sosial Bagi seluruh Rakyat Indonesia“ dapat diwujudkan dengan menunjukan kepedulian kepada saudara kita yang mengalami dampak buruk akibat pandemi Covid-19. Kepedulian sosial bisa dalam bentuk monitoring terhadap bantuan-bantuan ekonomi yang diberikan Pemerintah kepada masyarakat terdampak Covid-19. Kita harus ikut berpartisipasi memastikan, bahwa bantuan yang disalurkan Pemerintah di masa pandemi Covid sudah merata kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

*Adrianus Ahas
adalah masiswa Program Studi PPKn Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dwijendra University

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *