Self-Directed Learning Sebagai Transmisi Pengetahuan dalam Dunia Pendidikan di Masa Pandemi

oleh -972 views
IDA AYU VIRA INDRAYANNI

Situasi pendidikan di era Pandemi Covid-19 telah mentrasformasi wajah pendidikan. Sebelum pandemi pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka, namun kini beralih ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan media Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tujuan dari kebijakan Kemendikbud terkait penerapan PJJ melalui program belajar dari rumah untuk menghindari klaster baru penyebaran covid-19 dan keselamatan bersama. Dalam pengimplementasinya, seharusnya sangat fleksible dikalangan pendidik dan peserta didik, karena bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.
Namun dalam proses pembelajarannya dilapangan masih banyak yang mengeluh peserta didik tidak mengerti akan pembelajaran atau perkuliahan yang disampaikan oleh guru maupun dosen. Jika dilihat secara jadwal, pembelajaran daring memanglah singkat, dalam artian tidak semua guru maupun dosen dapat mejelaskan secara detail materi pembelajaran atau perkuliahan, begitupun peserta didik tidak bisa menangkap maksud yang disampaikan oleh pendidiknya. Untuk itu, dalam mengoptimalkan kegiatan pembelajaran hendaknya guru merancang sebuah pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan inisiatif diri siswa untuk belajar. Belajar dengan inisiatif sendiri dalam membangun pengetahuan sendiri sangat bermanfaat untuk hasil belajar yang lebih bermakna.
Salah satu metode pembelajaran yang mampu mengembangkan inisiatif belajar siswa adalah metode Self-Directed Learning (SDL). Metode ini menekankan siswa untuk terlibat dalam mengidentifikasi bahan ajar dan mengambil inisiatif sendiri untuk mencari dan mengorganisasikan jawaban. Mengacu pada kurikulum 2013 yang mengharuskan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran dirasa metode ini efektif diterapkan dalam dunia pendidikan masa pandemi. Hal ini dikatakan efektif karena peserta didik akan lebih memahami pembelajaran yang diberikan karena pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh siswa di konstruksi secara mandiri oleh siswa. Pada jenjang pendidikan dasar sampai menengah perlu adanya peran pendamping untuk memberikan motivasi kepada siswa dalam menerapkan metode SDL dalam pembelajaran, di jenjang perguruan tinggi karena dianggap sudah mampu belajar secara mandiri, diharapkan dapat memotivasi diri untuk berinisiatif membangun pengetahuan secara mandiri. Hal tersebut akan memberikan pengalaman transmisi pengetahuan terhadap peserta didik sehingga dapat menciptakan pengamalam belajar yang dapat mereka kendalikan sendiri. Sehingga siswa mencapai tujuan belajar yang lebih maju, lebih banyak, lebih luas, lebih dalam, dan lebih bermanfaat baginya.

*Ida Ayu Vira Indrayanni

Penulis adalah Mahasiswa Semester VI Program Studi  PGSD, FKIP, Dwijendra University

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *